Study with Me if not now when?

Senin, 04 Maret 2013

TIPS TRICK SEDERHANA MENAKLUKKAN TURUNAN CURAM DAN PANJANG

Menaklukkan turunan yang curam dan panjang, seperti yang pernah saya singgung di posting sebelumnya, Tips & Trik Mengemudi / Menyetir Sendiri Mobil Dalam Perjalanan Jauh / Mudik, bukanlah sesuatu yang gampang. Diperlukan sedikit pengetahuan, agar Anda dengan para penumpang dan barang-barang (bila ada) beserta mobil Anda dapat selamat sampai di tempat dengan aman tanpa halangan apapun.

Berbahaya! Turunan curam.
Turunan yang curam dan panjang mudah dijumpai pada daerah-daerah pegunungan, seperti: Puncak Pass di Bogor, Lembang di Bandung, Alas Mrawan di Banyuwangi, Arak-arak di Bondowoso, jalan menuju gunung Bromo, daerah Sarangan di Magetan, daerah Songgoriti di Malang, Alas Roban di Semarang (sebelum tahun 1990 an), dll. Umumnya jalannya sempit, berkelok-kelok tajam, licin dan banyak jurang menganga, yang siap mencaplok siapa dan apa saja yang nyemplung ke dalamnya, kapan saja! Seperti di Arak-arak di Bondowoso, misalnya, terdapat jalan bertepi jurang dengan kedalaman >> 300 meter dengan kemiringan hampir tegak lurus! Mengerikan memang.  Bahkan di daerah-daerah tertentu terdapat turunan curam legendaris yang sudah terkenal saking banyaknya korban yang berjatuhan di sana.



Beberapa hal yang berkaitan dengan cara menaklukkan turunan curam dan panjang, sbb:

1. Tinjauan teoritis, terkait dengan gaya gravitasi bumi.


2 hal teoritis yang sangat berpengaruh dalam mempelajari karakter turunan lintasan / jalan, yaitu:

Kecepatan total = kecepatan awal + akar dari (2 x gravitasi bumi x tinggi max. turunan)
atau:

Vtotal= Vawal + (2.G.Hmax.) ½

 

Usaha = Gaya luncur x Jarak Lintasan
atau:

W= Fluncur x  Slintasan= ½x m x V2total



Dari 2 formula di atas terlihat, bahwa:

Kecepatan total (Vtotal) mobil tergantung pada kecepatan awal (Vawal) dan tinggi max. turunan (Hmax.). Jadi kecepatan total mobil pada ketinggian yang sama, besarnya akan sama ketika sampai di ujung turunan, meskipun kemiringannya berbeda. Misal yang pertama terjal, yang kedua landai.
Semakin berat kendaraan Anda, maka gaya luncur (Fluncur) yang terjadi semakin besar!

Yang terjadi apabila mobil Anda turun di Lintasan 1, dengan sudut 1 yang lebih terjal:
Kecepatan total mobil di ujung turunan, akan tercapai dalam waktu 1 yang lebih cepat dengan lintasan 1 yang lebih pendek.
Gaya luncur 1 yang bekerja pada mobil, lebih besar pada lintasan 1 yang pendek.
Untuk memperkecil gaya luncur 1, dibutuhkan gaya pengereman yang lebih kuat.


Yang terjadi apabila mobil Anda turun di Lintasan 2, dengan sudut 2 yang lebih landai:
Kecepatan total mobil di ujung turunan, akan tercapai dalam waktu 2 yang lebih lama dengan lintasan 2 yang lebih panjang.
Gaya luncur 2 yang bekerja pada mobil, lebih kecil pada lintasan 2 yang panjang.
Untuk memperkecil gaya luncur 2, dibutuhkan gaya pengereman yang lebih ringan.

Note:  
Usahakan saat berada di puncak turunan terjal, kecepatan mobil dikurangi semaksimal mungkin. Hal ini untuk memperkecil besaran kecepatan totalnya atau V total, sehingga gaya luncur yang terjadi ikut berkurang.
Gaya luncur yang berkurang akan memperingan gaya pengereman dalam usaha untuk menahan laju luncuran mobil.

2. Piranti dan penunjang penghambat laju kendaraan.

Piranti dan penunjang pada mobil yang sangat berperan dalam usaha menaklukkan turunan curam dan panjang, adalah:

Piranti & penunjang penghambat laju kendaraan: Gear box transmission, Braking system & Hand brake.

Sistem transmisi (MT / AT), Dari sistem transmisi akan didapatkan apa yang dinamakan engine brake yang sedikit membantu dalam menghambat laju kendaraan yang sedang bergerak menurun. Engine brake sendiri dapat menghambat laju kendaraan dengan memanfaatkan rugi-rugi gesekan (friction losses), terutama yang terjadi di dalam transmisi, baik MT atau AT.
Sistem rem. Dari sistem rem, akan banyak membantu dalam menghambat laju kendaraan secara signifikan selain agar kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan baik.
Sistem Rem tangan. Rem tangan akan sedikit membantu menurunkan kecepatan laju kendaraan. Rem tangan (sebagai senjata terakhir) digunakan terutama bila kondisi yang terjadi sudah mulai genting / membahayakan.
Note:  
Panic brake, adalah kondisi genting, dimana semua piranti penahan laju kendaraan dikerahkan semaksimal mungkin, agar mobil dapat terhenti sesegera mungkin.


Langkah-langkah dalam menaklukkan turunan curam dan panjang, sbb:

Prinsipnya adalah: menahan kecepatan mobil di turunan sampai pada suatu kecepatan dimana Anda masih merasa mampu untuk mengendalikan mobil dengan baik dan aman.

Pada titik tertinggi turunan curam, usahakan kecepatan mobil serendah mungkin, bila perlu hampir berhenti.



Sebelum meluncur turun, masukkan transmisi mulai pada speed 1 (MT) atau L1 (AT), maka saat mobil bergerak menurun, gerakan meluncurnya akan terhambat dengan adanya engine brake, yang ditandai dengan timbulnya raungan mesin.
Bila putaran engine sudah terdengar meraung terlalu kencang / abnormal dengan getaran yang ektrim, maka bantulah dengan menginjak rem secukupnya untuk menurunkan raungannya, agar engine dan transmisi tidak jebol.
Bila ternyata usaha di atas tidak berhasil, dimana raungan engine terdengar masih kencang, maka untuk menurunkan raungannya dengan terpaksa pindahkan transmisi pada speed 2 (MT) atau L2 (AT) diikuti dengan menginjak rem lebih kencang, untuk menahan gerak mobil yang akan meluncur lebih kencang. Injakkan rem yang lebih kencang ini akan menghasilkan panas yang lebih tinggi pada sistem pengereman.
Kondisi di atas adalah sudah mulai masuk kedalam kondisi yang genting dan membahayakan, tapi tetaplah bersikap tenang dan cermati baik-baik posisi injakan pedal rem. Bila injakannya terasa semakin dalam, maka putuskan saat itu juga agar mobil bisa berhenti meluncur dengan panic brake! Yaitu: dengan cara segera memindahkan gigi ke posisi 1 (MT) atau L1 (AT), abaikan raungan mesin yang menggila soalnya yang penting Anda selamat, injak pedal rem sekuat mungkin dan operasikan rem tangan sekuat mungkin plus DO'A mohon keselamatan. Amien.
Note:  
Hindari injakkan rem tambahan saat memasuki tikungan, yang akan menyebabkan mobil melintir / skid.
Usahakan rem tangan dioperasikan hanya pada saat panic brake, bila dioperasikan dari awal saat menuruni jalan, maka panas yang dihasilkan juga akan berpotensi membuat keseluruhan sistem pengereman blong!
Injakan pedal rem yang terasa semakin dalam, berarti ini tandanya sistem rem mulai blong! Sistem rem yang blong disebabkan oleh timbul dan masuknya gelembung udara, dari minyak rem yang mendidih karena panas yang dihasilkan oleh gesekan kampas rem dengan tromol atau cakram, ke dalam sistem pengereman.
Apabila terlambat dan rem mobil Anda sudah terlanjur blong, tetaplah berusaha tenang, sebab pengereman, meskipun daya remnya sudah tidak maksimal, sebenarnya masih bisa dilakukan dengan cara menginjak pedal rem secara berulang-ulang, seperti memompa atau istilah umum dengan cara mengocoknya. Bila daya rem berkurang lagi ,maka ulangi kocokan tsb., demikian seterusnya.

Bila mobil berhasil di hentikan, maka segera ganjal mobil dengan batu / kayu besar yang cukup untuk menahan agar mobil tidak meluncur turun.
Diamkan mobil beberapa waktu agar sistem pengereman (dan hati Anda tentunya) dingin kembali. Hindari mendinginkan sistem rem yang masih panas dengan guyuran air, karena pendinginan yang mendadak dapat merusak tromol / cakram (bisa bengkok / melengkung) dan membuat kampas rem menjadi keras seperti batu kali. Sistem rem yang sudah dingin, akan kembali berfungsi normal seperti sediakala.
Setelah semuanya normal kembali, Anda dapat mengulangi langkah-langkah di atas kembali untuk menaklukkan / menyelesaikan turunan terjal yang harus Anda lalui. GBU!



Good Luck & Peace!



Trance Tech Hard Trance House Electro Uk Hard Episode 37 - Franetic

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Study with Me if not now when?